Rumah Ramah Lingkungan

Rumah tinggal yang sudah bersertifikat LEED Platinum ini bertempat di White Rock, Kanada.

Mes Que Un Club

berarti 'Lebih dari sekedar klub' Barcelona bukan hanya sekedar klub, didirikan oleh 12 orang yang dipimpin Joan Gamper pada tanggal 29 Nopember 1899.

Teleskop Tercanggih Dan Termahal di Dunia

Ongkos untuk membangun teleskop ALMA ini berkisar Rp 17,5 triliun. Para ilmuwan mengklaim teleskop ini dapat menyaksikan saat-saat pertama alam semesta terbentuk.

Padang Savana-nya Pulau Jawa

Kawasan Taman Nasional Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur.

Surat An Nahl Ayat 68-69

"...Akan keluar dari perutnya (Lebah), cairan beraneka warnanya (air liur) padanya ada obat bagi manusia yang berpikir..."

Showing posts with label ASTRONOMI. Show all posts
Showing posts with label ASTRONOMI. Show all posts

Tuesday, July 30, 2013

Ini Dia Karya Para Juara Di Kompetisi Fotografi Astronomi 2013


 
Setiap tahun perlombaan fotografi astronomi selalu diselenggarakan. Berbagai fotografer profesional yang memang fokus pada bidang astronomi berlomba-lomba mengirimkan hasil fotonya untuk dinilai dan mendapatkan gelar juara.
Uniknya, kebanyakan foto astronomi tidak dibuat hanya dalam satu kali pengambilan gambar, namun bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Dibutuhkan intensitas cahaya yang tepat, cuaca yang cerah serta kemujuran untuk mendapatkan apa yang mereka cari di angkasa. Foto astronomi biasanya juga mengandalkan photoshop untuk merangkai beberapa foto ke dalam satu foto, misalnya foto rasi bintang yang tak mungkin diambil dalam satu kali potret, namun bisa berkali-kali.

Sebuah gambar dimana venus melintasi matahari yang terlihat melewati laut hitam di Rumania dan awan gas astral dengan formasi mawar dari bintang berwarna di Galaksi adalah dua dari beberapa gambar luar biasa yang terpilih di kompetisi Fotografi Astronomi 2013.

Kompetisi yang telah memasuki tahun kelima ini dilaksanakan oleh Royal Observatory Greenwich bekerja sama dengan kolom Sky di majalah Nigth.

Kompetisi ini sangat mendapatkan dukungan dan antusias dari para pecinta fotografi di seluruh dunia, ini terbukti dengan masuknya karya-karya dari para fotografer profesional maupun amatiran yang ikut sebagai peserta dalam kompetisi ini.

Dari karya-karya yang terpilih lokasi pengambilan gambarnya terdapat dari beberapa tempat di muka bumi ini, sepertinya keanekaragaman lokasilah yang terbatas untuk dijangkau yang membatasi para peserta.

Para fotografer ini mengambil beberapa gambar pemandangan dari tata surya kita, dimana galaksi dan seterusnya menjadi objek mereka.

Para pemenang diambil untuk empat kategori dan tiga penghargaan khusus yang akan diumumkan pada tanggal 18 september 2013.

Dan semua karya menakjubkan yang menjadi pemenang dalam kompetisi ini akan dipajang di pameran keesokan harinya tanggal 19 September 2013 di Royal Observatory.

Dan pameran yang akan dilaksanakan samapi tanggal 23 Februari 2014 ini tidak dipungut biaya alis gartis.

Para pemenang akan mengantongi hadiah uang tunai sebesar 1.500 punds sedangkan untuk penghargaan lainya yaitu Fotografer Astronomi Muda terbaik 2013 akan membawa pulang hadiah uang tunai sebesar 500 punds.

Selain mendapatkan hadiah para pemenang akan diterbitkan di edisi majalah kompetisi ini.

Ada juga kategori yang akan mendapatkan hadiah dan penghargaan yaitu Bumi dan ruang, landscape, people, foto terbaik tata surya serta gambar tata surya selain galaksi kita termasuk bintang, nebula dan pelanet.
Setiap pemenang pada kategori ini akan mendapatkan hadiah sebesar 500 pounds, tidak lupa juga untuk para runner up akan mendapatkan penghargaan.

• pintu gapura batu alam Durdle, bingkai band jauh dari Bima Sakti kita dalam tembakan oleh  Stephen Banks.  Formasi batuan di Jurassic Coast Dorset yang berumur lebih dari 100 juta tahun, tapi banyak bintang-bintang yang membentuk Bima Sakti jauh lebih tua, pada usia hingga sepuluh miliar tahun 


• Sebuah cahaya aurora mencerminkan bentuk garis pantai beku oleh Mike Curry

 
• Carina Nebula merupakan wilayah formasi bintang berjarak ribuan tahun cahaya dari Bumi. Di bagian tengah dari nebula, yang ditampilkan di sini awan tebal dari gas dan debu diterangi oleh cahaya bintang yang baru lahir. Bintang Eta Carinae adalah di pusat gambar oleh Michael Sidonio ini

 
• Wayne dari Inggris berhasil menangkap saat ketika Bima Sakti tampak sejalan dengan raksasa 64 meteran, dari teleskop radio di Observatorium Parkes di Australia.


• Foto ini oleh Rogelio Bernal Andreo menunjukkan Bima Sakti melengkung di Yosemite Valley di taman nasional di California.





• Transit Venus adalah peristiwa langka, terjadi di delapan tahun terpisah dengan masing-masing pasangan dipisahkan oleh lebih dari satu abad. Transit sendiri singkat, seperti Venus hanya membutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk menyeberangi piringan Matahari.  Alexandru Conu menangkap acara di Rumania (kiri digambarkan). Di sebelah kanan, Tommy Eliassen foto meteor melesat terang di langit

• Meskipun menampilkan aurora telah menjadi lebih umum sebagai Matahari yang mendekati puncak tahun siklus aktivitas pada tahun 2013 11, pengamat puncak bukit masih beruntung untuk menyaksikan suatu contoh spektakuler dan difoto oleh James Woodend

• bulan purnama tenggelam di barat, matahari terbit di timur, menerangi salju cakrawala di Alpine, ditangkap oleh Stefano De Rosa

• Kelahiran bintang baru merupakan proses yang kompleks. Salah satu aspek dari formasi bintang adalah produksi bahan ledakan seperti jet keluar dari kutub beberapa bintang yang baru lahir. Di sini, jet ini dapat dilihat muncul dari debu tebal dan awan gas dari Nebula Pelican, seperti yang difoto oleh Andre van der Hoeven


• Meskipun garis oranye terbakar sepanjang tanda cakrawala di mana matahari terbenam sudah terjadi, sebagian besar cahaya dalam gambar ini Ingólfur Bjargmundsson berasal dari Matahari.

• Ini disc gambar penuh Matahari, ditangkap oleh Paul Haese, menunjukkan filamen gelap naik dari permukaan dan kembali lagi. Fitur-fitur ini dikenal sebagai tonjolan

• Awan Noctilucent terbentuk dari kristal es kecil di atmosfer sekitar 80 km di atas tanah dan dapat dilihat di Twilight. Lampu perkotaan yang difoto di atas Pennine Hills dari Inggris utara oleh Mark Shaw


• Kamera modern dapat mendeteksi cahaya yang terlalu redup untuk mata kita bisa melihat. Nik Szymanek telah memilih palet warna tenang untuk mewakili Nebula Orion untuk menekankan struktur halus awan debu nebula


• Familiar bintang dan rasi bintang membentuk garis naik balik pohon ini berangin di Dartmoor National Park di barat daya Inggris. Difoto oleh Anna Walls


sumber : memobeedailymail

Saturday, June 15, 2013

Di Mars, Ada Batu Bisa Bergerak Sendiri

 
Salah satu citra yang dirilis Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyuguhkan sebuah misteri. Citra tersebut menunjukkan sebuah jalur di wilayah Mars bernama Nili Fossae yang mengindikasikan adanya batu yang bergerak.

NASA merilis citra tersebut pada 7 Juni 2013 lalu dalam posting di akun Tumblr, Beautiful Mars. Akun ini dipakai NASA untuk menyuguhkan citra resolusi tinggi hasil jepretan kamera HiRISE yang ada di wahana Mars Reconnaissance Orbitter.

Citra yang baru dirilis NASA ini menunjukkan jalur berkelok dan naik turun selebar beberapa meter serta mengarah ke bawah dan batu. Tampak pula jalur putus-putus dan batu yang lebih kecil di ujungnya.

Batu yang terekam kamera itu sebenarnya bukan target NASA. Batu itu hanya tertangkap kamera saat HiRISE mengobservasi wilayah Nili Fossae, sebuah parit di dekat cekungan besar akibat tumbukan dengan benda langit lain.

Berdasarkan observasi, ilmuwan mengatakan, Nili Fossae kaya mineral tanah liat sehingga air mungkin pernah melimpah di sana. Wilayah tersebut juga merupakan hotspot metana. Wilayah ini sempat menjadi kandidat pendaratan wahana kendaraan antariksa Curiosity.

Diberitakan New Scientist, Selasa (11/6/2013), hingga saat ini NASA belum bisa memastikan mengapa batu seperti dalam gambar ini bergerak. Gempa Mars di sekitar cekungan atau erosi di bawah permukaan tanah adalah beberapa kemungkinan.

Namun, menurut ilmuwan, jalur itu masih tampak "segar". Artinya, kondisi lingkungan Mars yang dingin dan kering berhasil mengawetkan jalur tersebut. Belum diketahui pula kapan jalur tersebut terbentuk. 
 
sumber : kompas.com, newscientist.com

Saturday, May 18, 2013

Inilah Cara Berkebun dan Bercocok Tanam di Mars















 
Manusia telah mengambil langkah besar dengan mencoba mengeksplorasi planet di luar Bumi yaitu Mars. Selain karena Mars terletak tidak terlalu jauh dari Bumi, Mars nampaknya juga memiliki beberapa sumber daya yang bisa dimanfaatkan manusia. nah bagaimana cara manusia bisa bertahan hidup jika bertahan di planet merah tersebut??. beberapa ilmuwan mengungkapkan bahwa agar manusia bisa hidup di planet Mars, maka yang dibutuhkan adalah ketersediaan Oksigen, tempat tinggal, makanan, dan air yang mana hal tersebut harus bisa diperoleh secara mandiri (bukan berasal dari Bumi) agar bisa berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya.















Sketsa kubah kaca dengan robot untuk bercocok tanam di Mars yang dibuat oleh Vanessa harden.


Selain itu manusia juga memerlukan bantuan robot untuk membantu pekerjaan sehari hari termasuk dalam hal bercocok tanam / bertani. Untuk bercocok tanam di Mars, diperlukan sebuah kubah kaca atau geodesik yang bisa menjaga sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan bunga terlindung dari sinar ultraviolet yang ekstrim di Mars. Selain mampu melindungi dari sinarultraviolet, hal itu juga bisa melindungi dari badai pasir yang sering terjadi di sana. Di dalam kubah kaca tersebut tanaman akan tetap mendapatkan sinar Matahari yang cukup. Selain kubah kaca, ketersediaan air juga sangat penting untuk mengairi lahan dan juga untuk diminum manusia. Untuk itu manusia perlu mencarinya dengan menambang es yang terdapat di bawah permukaaan Mars untuk kemudian dicairkan. Atmosfer Mars yang sebagian besar terdiri dari CO2 bisa digunakan oleh tanaman untuk proses fotosintesis yang akan menghasilkan oksigen bagi manusia.
Semua hal tersebut saat ini sedang diuji dan dikembangkan oleh ilmuwan di Bumi dengan membuat eksperimen lingkungan serupa di planet Mars. Hal itu sangat penting sebelum manusia benar-benar berangkat ke planet Mars untuk membangun peradaban di sana. Salah satu ilmuwan yang melakukan eksperimen bercocok tanam di Mars adalah Vanessa Harden yang membuat robot AstroGardening yang akan membantu manusia untuk bertani lengkap dengan kubah kacanya.

sumber : www.astronomi.us

Saturday, May 11, 2013

Apakah langit malam yang kita lihat adalah Ilusi semata?

Apa itu kecepatan Cahaya?
 
 
Jika di suatu malam kita menatap langit, apakah yang ada di benak kita?? Mungkin ada seribu satu macam pikiran yang bisa muncul. Setiap kita pasti berbeda. Bisa aja ada yg berfikir :”Wow, indah sekali Bintang-bintang yang bertaburan di langit itu.” apalagi bagi mereka yang sedang sentimentil’ mungkin mereka akan berkata lebih jauh lagi : “Seandainya, gw bisa terbang melayang menuju bintang-bintang. Akan kupetik ribuan bintang yang gemerlap itu. Sungguh mimpi yang indah sekali..” hehehe..
Mari kita kembali ke darat dulu dan tidak ada salahnya untuk belajar mengetahui tentang fakta langit yang setiap hari kita lihat di malam hari itu.

Sebenarnya miliaran bintang itu bukanlah benda-benda kecil yang berkelap-kelip. Bintang itu sesungguhnya adalah benda langit yang berukuran raksasa, yang berisi gas sedang terbakar dahsyat. Lebih simplenya Bintang adalah bola api raksasa yang sedang menyala-nyala dengan suhu jutaan derajat!! Lebih simplenya lagi Lihat aja Matahari, itulah bintang..
Terus kenapa keliatan kecil?? ya, karena jaraknya memang sangat jauh dari bumi. Terus berapakah jaraknya sehingga keliatan kecil banget??

Sebelumnya perlu kamu semua ketahui bintang luar yang terdekat dengan bumi saja berjarak 8 tahun cahaya. Apa artinya?? Artinya cahaya saja membutuhkan waktu 8 tahun untuk sampai ke Bumi. Padahal Kecepatan cahaya = +/- 300.000 km/detik. jadi jaraknya berapa kilometer tuh??
Jadi kalo cahaya membutuhkan 8 tahun untuk sampai ke bumi, berarti jaraknya = 8th x 365 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik x 300.000 km/detik = 75.686.400.000.000 Km atau sekitar 75 triliun Km!!!!

Bisakah kita pergi kesana??? Mungkin saja.. tapi, butuh waktu berapa lama?? Mari berhitung lagi :). Semuanya bergantung pada pesawat yang kita pakai. Misalnya kita naik pesawat Ulang alik seperti Challenger atau columbia yang kecepatannya 20ribu km/h. berapa lamakah kita sampai ke bintang tersebut?? Sehari, sebulan, setahun, sepuluh tahun, seratus tahun. Atau kita mungkin akan mati di tengah jalan, dan ternyata kita belum sampai Bintang yang paling dekat itu. Baru setelah 428 tahun kemudian, kita sampai di sana…!!! Tapi kita butuh 5 – 6 generasi biar sampai ke sana belom lagi bahan bakar Pesawat, persediaan makanan, dll

Ironisnya, Itu baru bintang yang paling deket lho! masih banyak bintang di alam semesta ini, ada yang jaraknya 100 tahun cahaya, 1000 tahun cahaya, ada juga yang 1 juta taunh cahaya. Dan yang paling jauh, yang sudah ditemukan oleh Ilmuan asal Jepang, berjarak 10 miliar tahun Cahaya. Ya, artinya seperti yang tadi saya sudah jelaskan, Cahaya saja butuh waktu 10 miliar tahun untuk sampai ke Bumi.
Seperti halnya ketika kita melihat langit malam hari, sebenrnya kita bukan melihat langit yang sekarang ajah. Tapi pada saat yang bersamaan kita sedang melihat langit sekarang, 10 tahun yang lalu, 100 tahun yang lalu, 1000 tahun yang lalu, 1 juta tahun yang lalu, dan bahkan miliaran tahun yang lalu….!!! Dan tahukah kalian bahwa Matahari yang kita lihat setiap pagi itu adalah matahari 8 menit yg lalu?? Kenapa demikian? Ya, karna sinar matahari membutuhkan waktu Delapan menit untuk sampai ke Bumi, yang berjarak +/- 150 juta km..

Lebih jelasnya mari kita belajar lebih dalam tentang 'Kecepatan Cahaya'..

Sebelumnya sahabat blogger pasti udah tahu kan Cahaya itu apa? Yup, Cahaya merupakan sinar putih yang bisa dilihat oleh mata. Kenapa putih? Karena, Cahaya bisa dibiaskan dan "terpisah" menjadi Spektrum-spektrum Cahaya tertentu.. CMIIW

Nah, dalam Teori Relativitas Einstein, Cahaya menempati urutan pertama dalam hal Kecepatan. Dengan kecepatan yang setara dengan 299.792,458 km/detik, sehingga Kecepatan Cahaya merupakan kecepatan tercepat di Alam Semesta untuk saat ini..
Uniknya, Kecepatan Cahaya itu bersifat 'Konstan', tidak bisa diperlambat dan juga tidak bisa dipercepat. Jadi, Cahaya bisa kita gunakan untuk pergi ke Masa Depan tapi tidak akan bisa Kembali lagi. Dan, selama suatu benda bergerak dalam Kecepatan Cahaya, maka benda tersebut tidak akan 'menua' sedikitpun karena waktu dalam Kecepatan Cahaya sama dengan 0...

Salah satu satuan jarak Alam Semesta ini merupakan 'Tahun Cahaya', atau sama dengan jarak tempuh Cahaya dalam waktu satu tahun, yaitu 9.454.254.955.488 km. Jadi, hitung sendiri apabila galaksi terjauh yang diketahui, UDFj-39546284 itu berjarak 10,3 Miliar Tahun Cahaya...

Seperti yang disinggung tadi, Jika membawa Materi dalam Kecepatan Cahaya maka tidak ada 'penuaan' dalam materi tersebut. Sehingga apabila Kita melihat Bintang Alpha Centauri yang berjarak 4,3 tahun Cahaya berarti yang kita lihat tersebut merupakan Keadaan dan Posisi Bintang tersebut 4,3 tahun yang lalu. Nah, bagaimana kalo Galaksi Andromeda yang berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari kita? Belum lagi, ada miliaran benda langit yang bisa diobservasi dan jaraknya juga sangat jauh...

Atau mungkin gak usah jauh-jauh. Jika kita Melihat 'Matahari' saat ini, itu juga bukanlah Matahari pada saat ini. Tapi Matahari 8 Menit sebelumnya. Kenapa? Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Karena Cahaya Matahari membutuhkan +/- 8 Menit untuk bisa menyinari Bumi..

Wednesday, April 24, 2013

Ilmuwan Pangkas Waktu Perjalanan ke Mars cuma 30 Hari

Ilmuwan dari Universitas Washington mengembangkan roket yang dapat memangkas waktu tempuh antara Bumi dan Mars dari delapan bulan menjadi 30 hari.

Ide yang muncul di Innovative Advanced Concepts Program itu potensial diaplikasikan di NASA. Agen ruang angkasa itu pun menganugerahi ilmuwan uang sebesar Rp6 miliar.

Uang tersebut akan digunakan untuk membuat mesin dalam waktu 18 bulan ke depan dan pesawat ruang angkasa bisa memakai teknologi itu pada 2020.

Sistem roket pendorong itu tidak menggunakan bahan bakar konvensional. Roket memakai magnet untuk mengkompresi pita metal di sekitar pellet bahan bakar deuterium-tritium.

Sistem juga hemat konsumsi daya listrik dan bisa menggunakan tenaga matahari. 


sumber : Metrotvnews

Saturday, April 20, 2013

Bagaimana Astronot Berolahraga di Luar Angkasa ?

OTTAWA – Apa yang terjadi di benak anda jika manusia berolahraga bukan di planet Bumi, melainkan di luar angkasa yang notabene tidak ada gaya gravitasi. Hal ini dilakukan oleh  Astronot asal Kanada, Chris Hadfield yang kembali menyuguhkan video berisi aktivitasnya di luar angkasa atau International Space Station (ISS). Kali ini ia mem-posting video yang menunjukkan dirinya sedang berolahraga di luar angkasa.

Untuk menjaga kebugaran tubuhnya, maka Komandan ISS ini merasa perlu berolahraga setiap hari selama dua jam. Terlebih berada di dalam ruangan yang memiliki tingkat gravitasi nol.

Dalam video yang berjudul “The Headfield Shake-Exercise on the ISS” berdurasi dua menit 42 detik ini, Chris memperlihatkan bagaimana caranya berlari di atas treadmill. Tak hanya itu, ia juga berlatih angkat beban untuk pemeliharaan otot serta massa tulang pada ARED (Advance Resistive Exercise Device).

Pertama-tama ia mengenakan sepatu khusus olahraga sebelum akan memulai aktivitasnya. Kemudian menggunakan semacam rompi bertali yang dikaitkan ke dasar permukaan treadmill. Sehingga, dapat menahan tubuhnya selama berlari.
Video yang di-posting Canadian Space Agency di YouTube ini diunggah pada akhir Maret lalu. Hingga saat ini telah ditonton sebanyak 121 ribu pemirsa.

Sebelumnya juga, Chris pernah mem-posting video memasak, menyikat gigi, menangis, cara tidur, serta pangkas rambut di luar angkasa.


Ingin lihat Olahraganya seperti apa? buka saja di link ini yah sob 



sumber : Okezone.com

Tuesday, March 12, 2013

Inilah Simulasi Hidup di Planet Mars


Pernahkah anda membayangkan jika hidup di Planet tetangga kita, yakni Planet Mars.Ya, tim dari Mars Desert Research Station (MDRS) mencoba melakukan simulasi bagaimana hidup di planet Mars. Ini dia dokumentasinya.

Fotografer Reuters Jim Urquhart mendapat kesempatan membuat foto dokumentasi di Mars Desert Research Station (MDRS) di padang pasir Utah, tempat para peneliti bekerja, meneliti, dan hidup bersama dalam kondisi yang didesain seperti Planet Mars. Reuters.


Para peneliti dan mahasiswa bekerja sama mempelajari lapangan. Eksplorasi di luar ruangan menggunakan pakaian luar angkasa yang dirancang khusus untuk silmulasi ini. Para peneliti hidup dengan suplai makanan, oksigen, listrik dan air yang terbatas. REUTERS/Jim Urquhart


Anggota Crew 125 EuroMoonMars B mission, berjalan di batu-batu untuk mengumpulkan sampel geologi yang akan dipelajari di Mars Desert Research Station. REUTERS/Jim Urquhart

 
Csilla Orgel, ahli geologi dari misi Crew 125 EuroMoonMars B , mengumpulkan batu-batuan contoh, yang akan dipelajari. REUTERS/Jim Urquhart


Hans van Ot Woud, peneliti pemetaan dan kesehatan, yang juga petugas keamanan Crew 125 EuroMoonMars B memeriksa tanaman yang tumbuh di Mars Desert Research Station. REUTERS/Jim Urquhart


 Anggtota Crew 125 EuroMoonMars B kembali setelah mengumpulkan contoh bebatuan untuk dipelajari .REUTERS/Jim Urquhart

sumber : Tempo.co

Monday, March 11, 2013

Pangkalan Teleskop Terbesar Akan Dibuka di Chile

Washington - Seperti dikutip dari Space.com, kumpulan dari 66 teleskop raksasa yang berlokasi di gurun pasir Chile itu akan diumumkan resmi pada acara tanggal 13 Maret 2013.

Landasan teleskop Atacama Large Millimeter/ submillimeter Array (ALMA) adalah hasil kolaborasi antarnegara di Amerika Utara, Eropa dan Asia, yang dibangun di gurun Atacama, Chile.

Untuk merayakan selesainya proyek ALMA ini, ratusan ilmuwan, wakil pemerintah dan jurnalis akan berkumpul di acara peresmiannya pada 13 Maret 2013.

Presiden Chile, Sebastin Piera, juga akan pidato menyambut peresmian proyek ALMA tersebut. 

sumber : Inilah.com

Saturday, March 9, 2013

Bukti Planet Mars Pernah Kebanjiran Air

CALIFORNIA - Permukaan Mars dipenuhi dengan saluran-saluran mirip labirin. Ilmuwan mengatakan, bukti saluran ini menunjukkan dahulu kala Mars pernah mengalami banjir air.

Dilansir Dailycamera, Jumat (8/3/2013), ilmuwan mencoba meneliti di bawah permukaan Mars dan menemukan bukti pertama dari saluran bawah tanah. Ini diduga kuat tercipta akibat banjir besar yang pernah melanda Mars ratusan juta tahun lalu.

Temuan ini diharapkan bisa menambah wawasan ilmuwan tentang peran air dalam sejarah Mars. Menggunakan sensor radar yang dimiliki Mars Reconnaissance Orbiter, tim ilmuwan berhasil membuat peta tiga dimensi (3D) pada wilayah bernama Elysium Planitia.

Menggunakan peta 3D, ilmuwan juga menemukan adanya saluran yang berada di bawah dataran Mars. "Pandangan kami dari planet merah sebagian besar telah dibatasi untuk melihat permukaan," tutur Gareth Morgan, ilmuwan dari Smithsonian Institution.

Riset yang dipublikasi dalam jurnal Science ini memberikan perspektif baru di bawah permukaan Mars. Selain itu, temuan ini juga memperlihatkan gambaran banjir masa lalu Mars, ketika planet tetangga ini sebagian besar memiliki suhu dingin dan gurun.

Saluran ini tetap tersembunyi karena wilayah aktif vulkanik telah mengisi saluran tersebut dengan aliran lava ratusan juta tahun lalu. Kabarnya, saluran kering di permukaan Mars ini pertama kali ditemukan satelit NASA Mariner 9 di 1971.

Morgan mengatakan, asal-usul banjir ini kemungkinan berasal dari reservoir (waduk) yang dalam dan kemungkinan dilepaskan oleh letusan gunung api. "Ini menunjukkan dimensi yang sama sekali baru untuk mempertimbangkan evolusi Mars," tutur John Mustard dari Brown University.

sumber : Okezone.com

Monday, March 4, 2013

Proyek Besar : 2016, Ilmuwan Keruk Sumber Daya Dari Bulan















CANBERRA - Peneliti luar angkasa dan ahli pertambangan dari seluruh dunia berkumpul di Australian Centre for Space Engineering Research (ACSER). Mereka melakukan pertemuan guna merencanakan proyek pengerukan sumber daya alam, khususnya dari Bulan.

Dilansir Telegraph, Minggu (3/3/2013), ilmuwan ingin melancarkan pertambangan di luar Bumi (Bulan) dalam satu dekade ke depan. Menurut para ilmuwan yang menggelar pertemuan di Sydney dalam Off Earth Mining Forum, waktu paling cepat untuk melakukan pertambangan Bulan ini bisa direalisasikan pada 2016.

Para ilmuwan berkumpul di University of New South Wales (UNSW) Sydney untuk mengembangkan mesin yang dapat memanen material dari tanah Bulan. Untuk mengendalikan perangkat mesin tersebut, ilmuwan bisa mengontrolnya dari Bumi.

Para ahli di bidang eksplorasi luar angkasa, robotika, insinyur serta ahli pengeboran berbagi ide tentang bagaimana teknologi yang ada dapat diterapkan. Teknologi ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk merealisasikan pertambangan Bulan yang dikontrol dari jarak jauh.

Saat ini, pertambangan luar angkasa berskala besar masih dianggap seperti film fiksi ilmiah. Gordon Roesler, Senior Project Engineer di ACSER mengungkapkan, apabila pertambangan di Bulan ini benar-benar bisa diterapkan, maka aktivitas tersebut tidak hanya aman, tetapi memiliki konsekuensi lingkungan yang positif  untuk kehidupan di Bumi. 

 







sumber :  okezone.com

Saturday, February 16, 2013

Meteor Seberat 10 Ton Hantam Kota di Rusia

Dilaporkan oleh kantor berita Reuter bahwa beberapa meteor besar melintas dan jatuh di Chelyabinsk dan Sverdlovsk, Rusia. Salah satu pejabat dari RIA Novosti mengatakan bahwa diperkirakan ini adalah bagian dari hujan meteor dan The Russian Academy of Science memperkirakan bahwa sebuah meteor tunggal dengan berat 10 ton masuk ke atmosfer Bumi dengan kecepatan 54.000 km/jam dan pecah pada ketinggian 30-50 km di atas permukaan Bumi. Chelyabinsk sendiri terletak sekitar 930 mil (1.500 km) di sebelah timur Moskow di pengunungan Ural Rusia.

Dilaporkan oleh RT.com bahwa meteorit jatuh di dekat sebuah pabrik seng dan menggangu jaringan internet dan layanan telekomunikasi. Diperkirakan 150 orang luka ringan akibat ledakan kejut dari dampak meteor tersebut. Berikut adalah beberapa video detik-detik meteor yang jatuh di Rusia.


sumber : astronomi.us

Thursday, February 14, 2013

NASA Jelaskan Penemuan "Gagang Pintu" di Mars


Seperti yang dilaporkan pada Minggu lalu bahwa robot Curiosity NASA mengabadikan sebuah objek di Mars yang menyerupai gagang pintu. Setelah melakukan beberapa pengamatan berikut ini penjelasan dari NASA.  Ronald Sletten dari tim MSL selaku pengembang Curiosity menjelaskan bahwa formasi yang menyerupai gagang pintu / pegangan pintu tersebut merupakan sebuah obyek yang terbentuk secara alami yang dibentuk oleh terpaan angin dan angin tersebut menyebabkan erosi pada permukaan batu. lalu yang menjadi pertanyaan selanjutnya, mengapa batu tersebut bisa mengkilap? Ia kembali menjelaskan bahwa batu tersebut memiliki butir halus yang relatif keras sehingga angin tersebut menerpa dan membentuknya seperti yang sekarang kita lihat kemudian menyebabkannya menjadi sangat halus dan mengkilap.  Fenomena seperti ini disebut dengan Ventifacted yaitu sebuah kondisi dimana debu dan pasir yang diterbangkan oleh angin menabrak sebuah obyek dan menyebabkannya terkikis dan terbentuk (terukir). Sletten mengatakan bahwa fenomena seperti itu juga sering terjadi di Bumi seperti di Antartika.
 


sumber : www.astronomi.us

Wednesday, February 13, 2013

Planet Pink Tampakkan Diri di Bulan Februari





Di bulan Februari alias bulan Februari, Merkurius tampak unik. Planet ini akan tampak dalam warna pink.

Diberitakan Physorg, Senin (11/2/2013), warna pink sama sekali bukan warna asli Merkurius. Manusia di Bumi melihat Merkurius punywa warna merah jambu karena akan tampak berdekatan dengan saat Matahari tenggelam. Di bulan cinta, planet ini akan tampak pink hingga tanggal 21 Februari 2013. mendatang.

Bagi warga Indonesia, Merkurius bisa dilihat sejak tepat Matahari terbenam hingga sekitar pukul 19.00 WIB.

Di tengah semburat cahaya senja, Merkurius akan tampak sebagai titik kecil. Perlu kejelian untuk melihatnya sebab magnitud atau kecerlangannya terbilang rendah. Semburat cahaya Matahari senja malah bisa menjadi gangguan jika tak cermat.

Waktu terbaik untuk mengamati sebenarnya setelah Matahari benar-benar tenggelam. Simulasi aplikasi Stellarium menunjukkan, Merkurius mulai tampak jelas pukul 18.30 WIB. Cari area yang lapang untuk mengamatinya.

Sejak awal Februari 2013, Merkurius sudah menampakkan diri di langit senja. Magnitudnya akan semakin turun hingga 21 Februari 2013 mendatang, berkisar antara -1,03 hingga 0,47. Magnitud menyatakan kecerlangan benda langit, semakin negatif, semakin terang.

Tentunya, pengamatan Merkurius juga bisa dilakukan bila cuaca mendukung. langit yang cerah tanpa awan adalah syarat utama.

Mengamati Merkurius menarik sebab planet ini masih menyimpan banyak misteri. Temuan terbaru, Merkurius yang paling dekat dengan Matahari dan suhunya bisa mencapai 425 derajat Celsius ternyata memiliki es. Diduga, ada bagian Merkurius yang benar-benar tak terpapar Matahari.

Temuan lain, Venus juga memiliki materi organik walaupun sulit mengatakan bahwa planet ini mendukung kehidupan.

Tak cuma yang baru, fakta lama soal Merkurius pun masih terdengar mencengangkan. Salah satunya, satu hari di Merkurius yang lebih lama dari satu tahunnya. Wahana antariksa Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat MESSENGER hingga kini masih terus meneliti Merkurius.
 
sumber : KOMPAS.com

Monday, January 28, 2013

Ilmuwan Ungkap Badai Debu "Ganas" di Planet Mars

PARIS - Ilmuwan menjelaskan fenomena badai debu besar di Mars. Planet merah tersebut diketahui memiliki lanskap tanah yang sangat kering dan sebagian besar diselimuti dengan debu.

Ilmuwan mengatakan, Mars memiliki badai global yang dapat menyebarkan debu itu hingga menutupi seluruh permukaan planet. Satelit yang mengorbit Mars melihat lapisan debu persisten yang mencapai ketinggian tertinggi.

Dilansir Wired, Senin (28/1/2013), ketinggian debu ini bisa mencapai 30 sampai 50 kilometer di atas tanah. Ilmuwan sampai saat ini masih meneliti bagaimana debu-debu tersebut bisa muncul di Mars.

Ilmuwan telah memodelkan "badai debu roket", di mana badai tersebut mampu memunculkan petir di Mars. Badai tersebut memiliki kecepatan 100 kali lipat lebih cepat ketimbang badai biasa, serta mampu menerbangkan debu hingga mencapai atmosfer planet.

Menggunakan instrumen beresolusi tinggi, peneliti menunjukkan bahwa gumpalan debu dalam badai dapat dipanaskan oleh matahari. Dengan demikian, suhu di Mars dapat menghangat dengan cepat.

Karena udara panas naik, maka area tertentu dapat menembakkan "roket debu" ke luar angkasa. "Transportasi vertikal begitu kuat," ungkap ilmuwan planet, Aymeric Spiga dari Institut Pierre Simon Laplace di Paris, Prancis.

Debu tersebut kabarnya dapat melesat dari dekat permukaan ke atmosfer di ketinggian 30 atau 40 kilometer. Kecepatan laju debu tersebut juga mencapai 10 meter per detik (22 mph).

sumber : Detik.com

Monday, January 21, 2013

Bukit Pasir Mempermuda Kawah di Titan





 lustrasi bukit pasir di Titan, bulan milik Saturnus. 

Bulan terbesar di planet Saturnus, Titan, mengalami proses "muda" kembali setelah sebagian besar kawahnya tertutup bukit pasir. Menurut pemantauan yang dilakukan wahana milik NASA, Cassini, pasir hidrokarbon di permukaan Titan, perlahan tapi pasti, menutup kawah.
Mayoritas dari satelit milik Saturnus memiliki ribuan kawah. Sedangkan dari 50 persen permukaan Titan yang diobservasi, hanya ditemui 60 kawah. Ini membuat para pakar sulit memperkirakan berapa tepatnya usia Titan. Karena kawah yang lebih banyak, artinya makin tua pula sebuah planet atau satelit.
"Sangat mungkin masih banyak kawah di permukaan Titan. Tapi mereka tidak terlihat dari luar angkasa karena terkikis," kata Catherine Neish, anggota tim radar Cassini, Kamis (17/1).
Neish dan kolega biasanya memperkirakan usia sebuah planet dengan menghitung jumlah kawah di atas permukaannya. "Tapi proses seperti erosi atau bukit pasir yang mengisinya (kawah), sangat mungkin jika permukaannya jauh lebih tua dari yang terlihat," tambah Neish yang juga menulis makalah soal ini dalam jurnal Icarus pada 3 Desember 2012.
Titan adalah satu-satunya bulan dalam sistem tata surya manusia dengan atmosfer tipis. Satu-satunya pula benda langit selain Bumi yang diketahui memiliki danau dan laut di permukaannya.
Meski demikian, Titan memiliki suhu ekstrem bagi manusia. Di mana suhu permukaannya mencapai minus 178 Celcius. Hujan yang turun di Titan pun bukanlah air, melainkan metana dan etana cair, senyawa yang biasanya menjadi gas di Bumi.
Neish dan timnya menyimpulkan penemuan ini setelah membandingkan kawah di permukaan Titan dengan salah satu bulan milik Jupiter, Ganymede. Bulan terakhir disebut hampir mirip Titan dan memiliki kerak es.
Dengan demikian, kawah di kedua permukaannya harusnya memiliki bentuk sama. Perbedaannya, Ganymede nyaris tidak memiliki atmosfer, angin, atau hujan untuk mengikis permukaannya.


Sumber :
National Geographic Indonesia

Monday, January 14, 2013

Ilmuwan Ungkap Orbit Komet di Bintang "Alien"

Okezone.com, CALIFORNIA – Sebuah komet yang menyala di langit malam merupakan sebuah pemandangan yang menakjubkan. Ekor gas terang berasal dari inti es yang dibebaskan oleh panas matahari, yang juga menambah keindahan dari pergerakannya.

Dilansir dari Skymania, Senin (14/1/2013), sejumlah bintang yang sekarang dikenal sebagai harbour comets (komet pelabuhan), pada penelitian terbaru diungkapkan bahwa komet pelabuhan ini dapat pula menjadi exoplanet. Komet biasanya berukuran antara lima hingga dua puluh kilometer dari diameter. Akan tetapi, kadang komet ini sangat sulit dideteksi meskipun berada di sistem tata surya kita.

Untuk mendeteksi hadirnya komet tidak bisa dengan cara mendeteksinya langsung, karena komet dideteksi sesuai dengan spekrumnya masing-masing. Sebuah komet yang mengorbit bintang lain atau bintang asing (alien) akan memanas saat mendekati bintang. Pemanasan ini akan membuat komet melepaskan segumpal gas dari inti komet.

"Alasan mereka berbeda dari segi kecepatan adalah karena mereka melacak pendekatan dari sebuah gas pada komet menuju pusat bintang. Seperti saat mendekati bintang, gas pada komet menguap," jelas Barry Welsh dari University of California, Berkeley.

Sebagian besar bintang-bintang yang dikenal memiliki aktifitas diluar tata surya, juga memancarkan radiasi inframerah yang mengindikasikan kehadiran puing-puing cakram yang mengelilingi bintang. Ini menandakan, ada kemungkinan bahwa garis penyerapan terkait dengan cakram. Dengan pergerakan dalam waktu yang singkat, hal tersebut menunjukan kecocokan kandidat sebagai komet yang berada di luar tata surya.

"Akan tetapi kemudian, orang-orang sudah kehilangan minat. Mereka memutuskan bahwa komet di luar tata surya adalah sebuah kesepakatan, dan saat ini semua orang beralih ke hal yang lebih menarik, planet di luar tata surya," tutur Welsh.

Sejauh ini, komet yang berada di luar tata surya terdeteksi berada pada bintang tipe A, berjarak sekitar lima juta tahun cahaya. Pengamatan lebih lanjut dan penggunaan spektrograf resolusi yang lebih tinggi mungkin bisa mendorong batas-batas terhadap bintang tua dan dingin, serta membuka jalan bagi penemuan komet di luar tata surya..

Penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan American Astronomical Society (AAS) di California pekan ini. Tiga dari bantalan bintang komet di luar tata surya dilaporkan dalam Publications of the Astronomical Society edisi Oktober 2012.

Ingin hidup di Planet Mars, daftarkan diri Anda sekarang juga



Sampai akhir tahun lalu, banyak wacana untuk berwisata bahkan menetap di bulan atau luar angkasa. Kini, wacana tersebut dapat Anda dapatkan dengan mendaftarkan diri Anda mulai sekarang.

Pada awal September 2012 lalu, ada satu berita yang mengatakan bahwa sebuah perusahaan dari Belanda mempunyai program untuk dapat mendaratkan serta membuat koloni manusia di Mars pada tahun 2023 mendatang.

Kini, menindaklanjuti program tersebut, melalui situs resminya, Mars One, perusahaan tersebut membuka pendaftaran secara online. Salah satu persyaratan untuk dapat tinggal di Mars dengan menggunakan jasa layanan tersebut adalah minimal harus berusia 18 tahun.

Pihak perusahaan mengatakan bahwa untuk tahap pertama, mereka akan mengirimkan robotic cargo mission antara tahun 2016 dan 2021. Setelah mengetahui medan, mereka akan memulai membangun koloni manusia di planet merah tersebut.

"Kita bekerja ekstra keras untuk merealisasikan program ini dan membuka jalan bagi siapa saja yang ingin mendapatkan sesuatu yang benar-benar berharga dalam hidupnya," ungkap Suzanne Flinkenflogel, Director Mars One Communication.

Pihak Mars One juga menambahkan bahwa setiap gelombang pemberangkatan akan mengambil durasi selama 2 tahun baru akan memberangkatkan lagi. Apabila sudah memutuskan untuk hidup di planet tersebut, maka tidak ada jalan lain untuk dapat kembali ke bumi.

sumber : www.merdeka.com

Thursday, January 10, 2013

VIDEO: UFO Kembali Terekam Penumpang Pesawat


Inilah.com - Awal tahun ini banyak dilaporkan penampakan UFO. Ini bukanlah hal mengejutkan karena fakta bahwa ribuan penampakan UFO selalu dilaporkan tiap tahun di seluruh dunia.
Cerita tentang penampakan UFO kali ini berasal dari seorang penumpang pesawat komersil di AS. Penumpang ini berhasil merekam penampakan benda asing dari jendela pesawat saat berada dalam sebuah penerbangan.

Dalam rekaman video yang berdurasi cukup singkat ini, terlihat dengan jelas benda aneh yang diduga UFO terbang di sekitar awan. Benda yang memendarkan cahaya biru tersebut terbang dengan jarak cukup dekat dengan pesawat sang perekam. Penampakan tersebut jelas tidak mungkin pesawat biasa lain karena dalam penerbangan memiliki aturan jarak terbangnya sendiri.
Dilansir GatherNews, penumpang pesawat yang merekam video di dalam pesawat itu mengatakan bahwa ia merekamnya ketika sedang berada dalam penerbangan dari Florida, AS. Pesawat jet itu diduga sedang terbang di atas laut.
Beberapa suara anak kecil yang juga menjadi penumpang di pesawat jet itu terdengar di video tersebut, mungkin mereka pun antusias melihat penampakan benda terbang tak dikenal itu.
Penasaran seperti apa penampakan benda yang diduga UFO ini? Langsung saja saksikan rekaman videonya di sini.


Ilmuwan Dikejutkan Penemuan Planet "Zombie" Raksasa

CALIFORNIA - Ilmuwan baru-baru ini dikejutkan dengan penemuan planet "zombie". Planet ini dikenal dengan orbitnya yang tidak beraturan serta mengembara di sekitar bintang.

Dilansir Space, Rabu (9/1/2013), orbit tidak seimbang yang dinamai "planet zombie" dalam sistem planet berdebu, membuat ilmuwan berusaha untuk menjelaskan perilaku exoplanet (planet yang berada di luar sistem Tata Surya).

Observasi baru dari planet bernama Fomalhaut b oleh teleskop luar angkasa Hubble, mengungkap sebuah orbit yang aneh. Orbit ini dikatakan memiliki ekstrem liar antara titik yang terdekat dan terjauh dari bintang induknya.

Tampaknya, planet asing ini melintasi ladang ranjau besar dari puing-puing berdebu. "Kami sangat terkejut. Ini bukan apa yang kami harapkan," ujar astronom dari University of California, Paul Kalas.

Fomalhaut b merupakan planet "alien" raksasa yang memiliki hampir tika kali lipat massa Jupiter. Ini merupakan planet asing pertama yang tertangkap dalam cahaya yang membuatnya jelas terlihat.

Kabarnya, planet ini mengorbit bintang Fomalhaut yang diselimuti dengan debu dan berlokasi sekira 25 tahun cahaya jauhnya di konstelasi Piscis Austrinus. Pada Oktober, ilmuwan menjuluki "planet zombie", karena objek luar angkasa ini muncul lagi setelah ditemukan pertama kali di 2008.

sumber : okezone.com

Wednesday, January 9, 2013

Lift ruang angkasa segera jadi kenyataan

tryneble.com - Penggemar fiksi ilmiah telah lama akrab dengan yang namanya lift ruang angkasa. Dipopulerkan oleh Arthur C Clarke, konsep lift dari Bumi ke suatu orbit telah ada sekitar selama lebih dari satu abad. Dalam sebuah opera  M Bank atau Alastair Reynolds banyak menggambarkan "lift ruang angkasa" yang cukup banyak dibuat untuk menggambarkan bagaimana manusia bisa meninggalkan bumi dan berpergian keluar angkasa.

Sebuah penelitian yang di lakukan oleh (ISEC) yaitu Sebuah rekayasa futuristik terdiri dari beberpa kabel juga dikenal sebagai  tether yaitu bahan yang membentang dari permukaan bumi menuju orbit. kemudian “robot”  akan menarik kabel dari permukaan, melalui stratosfer dan kemudian langsung menuju keluar angkasa.

Dengan alat ini kelak manusia akan mudah untuk berpergian keluar angkas dan bisa membawa asteroid dari bulan untuk dijadikan kenang-kenangan saat mereka kembali kebumi. 

"Anda bisa naik untuk biaya tiket pesawat kelas satu,dan selanjutnya kami akan membawa anda menuju orbit dimana anda bisa menjadi layak nya seorang astronot" seru David Horn, Ketua (ISEC). 

ISEC telah bereksperimen bagaimana membuat ruangan lift selama sepuluh tahun.

Walaupun konsep terlihat sederhana,  namun tantangan yang harus diatasi adalah bagaimana untuk menemukan bahan yang tepat untuk kabel-kabel tersebut dengan standar yang harus ringan, kuat, fleksibel dan dibutuhkan  100.000 km (62.000 mil) - lebih tinggi dari orbit geostasioner.

Bahan yang bisa di harapkan mungkin saja bisa menggunakan nanotube karbon. Terdiri dari atom karbon interlinking, digulung menjadi silinder, masing-masing nanotube karbon sekitar sepersejuta milimeter dengan diameter dan dilengkapi dengan struktur yang ringan, kuat dan fleksibel.

"materi ini , atau sesuatu yang mirip, adalah kunci untuk membuat ruang lift bisa menjadi kenyataan," kata Horn. "Karbon nanotube dapat dipintal menjadi kabel dan tethers,... secara teoritis mereka akan cukup kuat. Kita hanya perlu untuk mengetahui cara pembuatan pita dari bahan-bahan dalam jumlah besar. "

Perkiraan Harga bervariasi dari $ 10 sampai $ 50 miliar, yang masih lebih murah daripada biaya dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).